Penyakit Skizofrenia Gejala Penyebab Pengobatan

penyebab skizofrenia

Apa Itu Skizofrenia ?

Penyakit Skizofrenia – skizofrenia dalam bahasa umum sering disebut penyakit mental yang kronis. Gejala penyakit ini sering kali tidak disadari bahkan diacuhkan oleh sebagian orang. Penyebabnya bisa karena beberapa faktor. Nah untuk lebuh jelasnya yuk simak penjelasan dibawah ini. Pengertian Skizofrenia yaitu masalah mental kritis yang mengakibatkan penderitanya alami delusi, halusinasi, fikiran kacau, serta pergantian tingkah laku. Keadaan yang umumnya berjalan lama ini kerap disimpulkan sebagai masalah mental mengingat sulitnya pasien membedakan pada fakta dengan fikiran sendiri.

Penyakit skizofrenia dapat diidap siapapun, baik lelaki ataupun perempuan. Kisaran umur 15-35 th. adalah umur yang paling rawan terserang keadaan ini. Penyakit skizofrenia diprediksikan diidap oleh satu % masyarakat dunia. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) yang dipublikasikan pada th. 2016, jumlah pasien skizofrenia di Indonesia diprediksikan meraih 400 ribu orang. Di Indonesia, akses pada penyembuhan serta service kesehatan jiwa masihlah belum mencukupi. Mengakibatkan, beberapa besar masyarakat di negara ini, terlebih di pelosok-pelosok desa, sering memperlakukan pasien masalah jiwa dengan aksi yg tidak layak seperti pemasungan.

Skizofrenia Hebrefrenik adalah sebuah perilaku yang khas, agresiv, primitive, tingkah laku yang tidak sesuai dengan karakteristik orang pada umumnya, wajah tamapak dungu, tertawa aneh-aneh, menangis dan menarik diri dari lingkungan maupun orang lain secara ekstrim (Mary C. Towsend dalam Novy Helena C, 1998 : 143).

Jenis Jenis Skizofrenia

Skizofrenia paranoid adalah jenis skizofrenia, yaitu suatu penyakit mental yang kronis di mana seseorang yang kehilangan kontak dengan adanya kenyataan atau realitas (psikosis)

Diagnosis Skizofrenia

Seseorang pasien bisa terdiagnosis menanggung derita skizofrenia jika

  • Alami beberapa gejala skizofrenia (umpamanya delusi, halusinasi, emosi datar, tingkah laku atau bicaranya aneh, serta tak memperhatikan kebersihan diri) sepanjang sedikitnya 1/2 th.
  • Tanda-tanda itu mengakibatkan penurunan produktivitas kerja atau prestasi di sekolah, dan mengakibatkan rusaknya jalinan dengan orang lain.
  • Tanda-tanda yang ada sudah di pastikan bukanlah dikarenakan oleh keadaan lain, seperti masalah bipolar, masalah skizoafektif, depresi berat, atau penyalahgunaan narkoba.
  • Terkadang dokter kesusahan untuk memperoleh info diatas bila ajukan pertanyaan segera pada pasien skizofrenia lantaran mereka condong tertutup, menyangkal, atau sekalipun tak mengerti tanda-tanda yang ada. Untuk menangani hal semacam ini, dokter butuh ajukan pertanyaan pada beberapa orang yang mengantar pasien berobat, umpamanya keluarga atau rekan.
  • Terkecuali pelajari psikologis, terkadang dokter akan memberlakukan type kontrol lain, seperti CT scan, MRI, serta kontrol darah. Pemindaian lewat CT scan atau MRI pada masalah skizofrenia ditujukan untuk lihat ada kelainan pada susunan otak serta system saraf pusat. Sedang kontrol darah dikerjakan untuk meyakinkan kalau tanda-tanda bukanlah dikarenakan oleh dampak obat-obatan, alkohol, atau keadaan kesehatan yang lain.

Penyebab Penyakit Skizofrenia

Penyebab skizofrenia sesungguhnya beberapa pakar belum tahu apa sebagai penyebabnya skizofrenia dengan cara tentu. Keadaan ini disangka berisiko terbentuk oleh gabungan dari aspek psikologis, fisik, genetik, serta lingkungan

Bila Kamu mempunyai kerabat atau rekan-rekan yang tunjukkan tanda-tanda skizofrenia, selekasnya bawa ke dokter. Semakin cepat penyakit ini terdeteksi, makin baik. Kesempatan pulih pasien skizofrenia semakin lebih besar bila diobati sedini mungkin saja.

Lantaran skizofrenia adalah satu diantara type masalah mental, jadi kontrol mesti dikerjakan oleh dokter spesialis kejiwaan atau psikiater. Penyakit skizofrenia bakal terdeteksi pada diri pasien bila :

  • Alami halusinasi, delusi, bicara meracau, serta tampak datar dengan cara emosi.
  • Alami penurunan dengan cara penting dalam lakukan pekerjaan keseharian, termasuk juga penurunan dalam produktivitas kerja serta prestasi di sekolah akibat beberapa gejala diatas.
  • Beberapa gejala diatas bukanlah dikarenakan oleh keadaan lain, seperti masalah bipolar atau resikonya penyalahgunaan obat-obatan.
  • Dalam menyembuhkan skizofrenia, dokter umumnya bakal mengombinasikan therapy tingkah laku kognitif (CBT) dengan obat-obatan antipsikotik. Untuk jadi besar kesempatan pulih, penyembuhan harus juga ditunjang oleh support serta perhatian dari beberapa orang paling dekat.
  • Walau telah pulih, pasien skizofrenia tetaplah mesti dimonitor. Umumnya dokter selalu meresepkan obat-obatan untuk menghindar tanda-tanda kambuh. Diluar itu, utama untuk pasien untuk mengetahui sinyal tanda kemunculan episode akut serta bersedia mengulas keadaannya pada orang lain.

Tanda Gejala Skizofrenia

Tanda gejala skizofrenia dibagi jadi dua kelompok, yakni negatif serta positif. Tanda-tanda negatif skizofrenia melukiskan hilangnya karakter serta kekuatan spesifik yang umumnya ada didalam diri orang yang normal. Sebagai contoh

  • Keengganan untuk bersosialisasi serta tak nyaman ada dekat dengan orang lain hingga lebih pilih untuk berdiam dirumah.
  • Kehilangan konsentrasi.
  • Pola tidur yang beralih.
  • Kehilangan ketertarikan serta motivasi dalam semua segi hidup, termasuk juga ketertarikan dalam merajut hubungan
  • Pergantian pola tidur, sikap tak responsif pada kondisi, serta kecenderungan untuk mengucilkan diri adalah beberapa gejala awal skizofrenia. Kadang-kadang tanda-tanda itu susah dikenali orang lain lantaran umumnya berkembang di saat remaja hingga orang lain cuma menganggapnya sebagai fase remaja.
  • Saat pasien tengah alami tanda-tanda negatif, dia bakal tampak apatis serta datar dengan cara emosi (umpamanya bicara monoton tanpa ada intonasi, bicara tanpa ada ekspresi muka, serta tak lakukan kontak mata). Mereka juga jadi tak perduli pada tampilan serta kebersihan diri, dan semakin menarik diri dari pergaulan. Sikap tak perduli bakal tampilan serta apatis itu dapat disalahartikan orang lain sebagai sikap malas serta tak sopan. Hal semacam ini kerapkali menyebabkan rusaknya jalinan pasien dengan keluarga maupun dengan beberapa rekannya.

Tanda-tanda negatif skizofrenia dapat berjalan satu tahun lebih sebelumnya pasien alami episode akut awal, yakni saat tanda-tanda jadi kronis serta terkadang diikuti gejala-gejala positif.

Tanda-tanda positif skizofrenia terbagi dalam :

  • Halusinasi
    Berlangsung ketika panca indera seorang terangsang oleh suatu hal yang sesungguhnya tak ada. Fenomena halusinasi merasa begitu riil untuk pasien. Contoh tanda-tanda halusinasi yang umumnya dihadapi oleh pasien skizofrenia yaitu mendengar beberapa nada.
  • Delusi
    Yakni keyakinan kuat yang biasanya tidak dilandasi logika atau fakta yang sesungguhnya. Contoh tanda-tanda delusi dapat berbagai macam. Ada pasien yang terasa di pantau, diikuti, atau cemas disakiti oleh orang lain. Ada pula yang terasa memperoleh pesan rahasia dari tayangan tv. Beberapa gejala delusi sejenis ini dapat beresiko pada tingkah laku pasien skizofrenia.
  • Fikiran kacau serta pergantian tingkah laku
    Pasien susah berkonsentrasi serta fikirannya seperti melayang-layang tak pasti arah hingga kalimat mereka jadi membingungkan. Pasien juga dapat terasa kehilangan kendali atas fikirannya sendiri. Tingkah laku pasien skizofrenia juga jadi tak terduga serta bahkan juga diluar normal. Umpamanya, mereka jadi begitu gelisah atau mulai berteriak-teriak serta memaki tanpa ada argumen.
  • Untuk mengetahui beberapa gejala skizofrenia seperti diatas. Bila Kamu atau keluarga Kamu alami beberapa gejala itu, selekasnya periksakan ke tempat tinggal sakit. Semakin awal skizofrenia diakukan, jadi kesempatan pulih jadi semakin tinggi.

Pengobatan Skizofrenia

Dalam mengatasi skizofrenia, dokter bakal mengombinasikan obat-obatan dengan therapy psikologis. Obat yang umum diresepkan dalam masalah ini yaitu antipsikotik. Antipsikotik bekerja lewat cara merubah zat neurotransmiter didalam otak (serotonoin serta dopamine). Pada pasien skizofrenia, obat ini dapat turunkan agitasi serta rasa kuatir, turunkan atau menghindar halusinasi serta delusi, dan menolong melindungi kekuatan memikirkan serta mengingat.

Antipsikotik dipakai dalam dua langkah, yakni oral (biasanya bentuk pil) serta suntik. Pada pasien yang gampang ditata, dokter umumnya bakal memberi pil antipsikotik. Tetapi demikian sebaliknya, pada pasien yang menampik diberikan obat, sangat terpaksa mesti disuntik. Untuk menentramkan pasien yang alami agitasi, dokter umumnya bakal memberi benzodiazepine terlebih dulu sebelumnya menyuntikkan antipsikotik.

Ada dua grup obat-obatan antipsikotik, yakni antipsikotik generasi lama (umpamanya fluphenazine, perphenazine, chlorpromazine, serta haloperidol) serta generasi baru (umpamanya clozapine, ziprasidone, quetiapine, olanzapine, risperidone, aripiprazole, serta paliperidone)

Resikonya yang ada pada ke-2 grup antipsikotik ini yaitu penambahan berat tubuh, sembelit, mengantuk, pandangan kabur, mulut kering, serta menyusutnya gairah sex. Sedang resikonya yang cuma ada pada antipsikotik generasi lama yaitu otot merasa berkedut, tubuh gemetar, serta kejang otot.

Sekarang ini, antipsikotik generasi baru adalah obat yang seringkali direferensikan oleh dokter lantaran dapat dibuktikan mempunyai resiko resikonya yang lebih rendah.

Untuk pasien skizofrenia yang sudah melalui episode akut, pemberian antipsikotik mesti tetaplah dikerjakan sepanjang 1-2 th. untuk menghindar kambuh. Tetapi sepanjang periode akut belum reda, umumnya dokter bakal merekomendasikan perawatan dirumah sakit jiwa supaya kebersihan, nutrisi, keperluan istirahat, serta keamanan pasien terjamin.

Pengobatan Terapi Psikologis

Sesudah tanda-tanda skizofrenia reda, pasien memerlukan therapy psikologis di samping mesti tetaplah meneruskan mengkonsumsi obat. Didalam therapy psikologis, pasien bakal diajari langkah menangani stres serta mengatur penyakit mereka lewat identifikasi sinyal tanda kambuh. Diluar itu, pasien akan diajari langkah tingkatkan kekuatan komunikasi supaya dapat tetaplah berhubungan dengan cara sosial. Therapy ini berguna juga untuk kembali meningkatkan kekuatan pasien dalam bekerja.

Therapy psikologis bukan sekedar ditujukan untuk pasien. Pakar therapy juga butuh memberi edukasi pada keluarga pasien mengenai langkah hadapi skizofrenia.

Demikan penjelasan yang dapat saya berikan mengenai Pengobatan Penyakit Skizofrenia dan semoga anda lekas sembuh. Terima kasih 🙂

kata untuk mencari artikel ini:
  • cara menyembuhkan orang dungu
  • penyakit skizofrenia
  • Skizofrenia kuatir
  • trypophobia akut com
/* */