Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum Asi

Penyebab Bayi Muntah Setelah Makan

Penyebab Bayi Muntah – Sering kali seorang ibu mengeluh jika bayi atau anaknya susah sekali untuk minum asi dan menyusu, namun hal yang sering membuat para orang tua khususnya ibu bingung yaitu cara melakukan pendekatan agar bayi dapat mengenal jenis makanan pendamping ASI. Tetapi banyak pula para orang tua yang mengeluh dan merasa khawatir ketika bayinya setiap setelah minum asi selalu muntah, padahal porsi makan yang diberikan kepada bayi sudah sesuai dengan anjuran. Kondisi bayi tersebut tentu akan membuat semua orang tua merasa cemas dan bingung bagaimana cara menanganinya, terlebih lagi jika muntah yang di alami oleh bayi terjadi secara berulang kali.

Dalam kondisi seperti ini ada yang bisa dianggap hal wajar dan ada pula yang dianggap tidak wajar, sehingga para orang tua harus lebih waspada dan teliti dalam mengenali kondisi muntah yang di alami oleh bayi seperti itu. Untuk mengetahui apa yang menyebabkan bayi mengalami muntah setelah minum asi, anda bisa simak ulasan selengkapnya dibawah berikut ini.

Penyebab Bayi Gumoh Setelah Minum Asi Dan Cara Penanganannya

Sebelum anda melakukan tindakan kepada bayi yang sering muntah setiap kali bayi selesai minum asi, maka sebaiknya anda kenali terlebih dahulu berbagai hal yang dapat menyebabkan kondisi tersebut di alami oleh bayi anda. Hal ini sangat penting untuk anda ketahui sebelum anda memastikan bahwa bayi atau anak anda mengalami muntah setiap selesai makan atau menyusu, sehingga anda dapat melakukan tindakan secara cepat dan tepat.

Dalam kondisi seperti ini sering kali para orang tua yang masih belum berpengalaman, terutama bagi pasangan suami istri yang baru saja dikaruniai seorang bayi. Padahal bisa saja bayi tersebut bukan mengalami muntah melainkan gumoh, sehingga sebelum memastikannya sebaiknya anda ketahui duku perbedaan antara muntah dan gumoh. Hal ini dikarenakan, muntah dan gumoh memiliki gejala yang hampir sama. Hanya saja, jika gumoh yang di alami oleh bayi hampir mirip dengan muntah, karena di dalam mulut bayi akan mengeluarkan cairan susu yang sudah di minum oleh bayi dalam jumlah sedikit-sedikit. Kondisi gumoh pada bayi bisa dianggap wajar terjadi, sehingga anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Berbeda dengan muntah, biasanya kondisi ini bersifat lebih kasar yang membuat muntah yang dikeluarkannya menyembur keluar dalam jumlah yang sangat banyak.

Bagi para orang tua yang masih awam, maka mungkin saja anda akan mengalami kesulitan dalam membedakan antara muntah dan gumoh. Sementara gumoh yang di alami oleh bayi lebih dikenal dengan sebutan regurgitasi, penyebab gumoh sendiri sering kali disebabkan oleh karena cairan yang ada di dalam lambung berbalik keluar, tetapi yang keluar dari mulut bayi tersebut berupa cairan lir saja dan terkadang ada sedikit sisa susu atau jenis makanan lain yang sebelumnya di makan oleh bayi. Selain itu, gumoh sendiri dapat terjadi ketika bayi selesai minum asi atau nyusu. Gumoh pada bayi pun bisa terjadi secara tiba-tiba, meski bayi sedang tidak  minum asi usu. Namun jika kondisi bayi tersebut memang benar-benar muntah, maka ada beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi sering muntah saat setelah makan.

Penyebab Bayi Mengalami Muntah

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi mengalami muntah setiap selesai makan. Jondisi ini juga tidak hanya dapat di alami oleh anak-anak saja, tetapi orang dewasa dan orang tua memiliki resiko yang cukup tinggi untuk mengalami muntah. Namun kondisi muntah yang kita alami oleh orang dewasa berbeda jauh dengan kondisi yang di alami oleh bayi, salah satu penyebab bayi muntah setelah makan yaitu disebabkan oleh karena kondisi kesehatan tubuh penderitanya sedang dalam kondisi prima. Namun jika penyebab muntah pada bayi disebabkan oleh karena infeksi virus, maka sebaiknya segera kunjungi dokter terdekat untuk segera mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat.

Ketika bayi mengalami muntah-muntah, maka kondisi tersebut dapat menjadi suatu tanda jika tubuh bayi sedang tidak sehat atau bahkan bisa karena terserang penyakit. Muntah pada bayi biasanya disebabkan oleh karena faktor terjadinya penyumbatan, mungkin juga disebabkan oleh karena masuk angin sehingga dapat membuat pencernaan bayi merasa tidak nyaman. Jika kondisi bayi muntah ini disebabkan oleh suatu jenis penyakit, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Lalu, bagaimana jika bayi muntah setelah makan?

Jika kondisi bayi muntah setelah makan terjadi secara berulang dan lebih dari tiga kali, maka sebaiknya anda segera membawa bayi anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan bisa mengetahui kondisi kesehatan bayi. Jangan sampai bayi anda menderita jenis penyakit tukak lambung atau penyakit granitis yang disebabkan oleh karena mengalami keracunan makanan, biasanya kondisi ini dapat terjadi sejak 1 hingga 8 jam setelah bayi selesai makan.

Lalu, bagaimana cara mengatasi atau menghentikannya?

Kondisi muntah yang di alami bayi ketika selesai makan tidak bisa langsung dihentikan begitu saja, namun untuk mengurangi efek muntah-muntah pada bayi bisa anda segera lakukan tindakan agar kondisinya tidak semakin parah. Hal yang menyebabkan muntah pada bayi ini, biasanya karena kondisi perut bayi yang terlalu penuh sehingga membuat kondisi bayi mengalami refluks. Pada bayi yang baru saja diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI, maka sangat disarankan agar anda memberi makan bayi anda sedikit-sedikit saja dan sebaiknya dilakukan secara perlahan. Jangan pernah memaksa bayi untuk makan jika bayi menolaknya, namun anda bisa mencobanya setiap saat untuk mengenalkan bayi kepada makanan semi padat.

Jika bayi anda sudah mau menerima makanan pendamping ASI. Maka setiap setelah selesai makan sebaiknya buatlah bayi anda mengalami sendawa, ini bertujuan untuk mengeluarkan gas yang ada di dalam perutnya. Gas yang terlalu memenuhi perut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman, sehingga makanan yang diberikan akan sulit untuk masuk dan dicerna dengan baik.

Kondisi daya tahan tubuh dan seluruh organ tubuh bayi masih belum terlalu kuat dan masih sangat sensitif, tetapi anda tidak perlu khawatir karena seiring bertambahnya usia bayi, maka seluruh organ yang ada dalam tubuhnya akan terus berkembang dan semakin kuat sehingga dapat menerima asupan makanan dalam jumlah banyak dan mencernanya dengan baik.

Maka dari itu, sebagai orang tua anda tidak perlu panik ketika bayi anda mengalami muntah setelah makan. Kenali terlebih dahulu kondisi kesehatan bayi anda, kemudian anda bisa membawanya ke dokter jika muntah terus terjadi secara berulang dan berlangsung cukup lama. Karena jika tidak segera mendapatkan penanganan dokter dengan cepat dan tepat, dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kondisi kesehatannya.

Demikian sedikit penjelasan mengenai penyebab bayi muntah setelah makan, semoga penjelasan diatas dapat dimengerti dan dapat menambah pengetahuan bagi anda semua. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa. 🙂

kata untuk mencari artikel ini:
  • apa sebabnya bayi setelah lama menyusui sering muntah solusi secara alami
  • cara agar bayi tidak muntah setelah minum asi
  • apa penyebab bayi muntah saat menyusui
  • bagaimana mengatasi agar bayi tidak muntah habis minum asi
  • mkn apa supaya air susu gk d muntahin
  • Obat bayi muntah saat minum asi
  • Leave a Comment

/* */