Kumpulan Penyakit

Penyakit TBC – Gejala Penyebab Diagnosa dan Pengobatan

Penyakit TBC

Penyakit TBC

Apa Itu Penyakit (Tuberculosis)

Penyakit TBC – Pengertian Tuberkulosis (TB) atau lebih dikenal dengan singkatan TBC adalah jenis penyakit paru yang dapat menular. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis, penyakit ini dapat ditularkan langsung dari penderita TB yang batuk melalui percikan air liur dan terinhalasi oleh orang yang sehat yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit TB.

Penyakit TBC atau TB termasuk ke dalam 10 besar jenis penyakit yang dapat menyebabkan kematian terbesar di dunia. Menurut data dari WHO, pada tahun 2015 Indonesia termasuk negara yang memiliki kasus terbanyak urutan ke 6 di dunia. Di Indonesia terdapat total kasus yang diinformasikan pada tahun 2015 yaitu 330.729 kasus dan pada tingkat keberhasilan pada pengobatan antara positif BTA-positif adalah 84 persen untuk kohort pasien yang terdaftar pada tahun 2014.
Pasien MDR / RR-TB yang memulai pengobatan adalah 1519 dan pasien TB-XDR mulai ART adalah 22.

Gejala Penyakit TBC (Tuberkulosis)

Seseorang yang menderita penyakit TBC dapat ditandai dengan beberapa gejala, seperti :

  • Menderita batuk yang dapat menjadi batuk berdahak, batuk ini dapat berlangsung lama yang umumnya selama 21 hari atau bahkan lebih.
  • Batuk berdarah
  • Terasa sakit pada dada, terutama ketika menarik napas atau batuk.
  • Penurunan nafsu makan
  • Terjadi penurunan berat badan yang cukup signifikan
  • Menderita demam tinggi dan menggigil
  • Sering berkeringat banyak di malam hari
  • Sering kelelahan

Jika anda mengalami gejala-gejala diatas, maka sebaiknya segera kunjungi dokter karena penyakit TBC bisa disembuhkan jika dilakukan pengobatan secara tepat dan teratur.

Tidak semua basil TB yang telah masuk ke dalam tubuh akan langsung menyebabkan gejala tuberculosis secara aktif, bahkan ada juga beberapa kasus yang mana pada basil TB yang tersembunyi tidak akan menimbulkan gejala hingga suatu hari dapat berubah menjadi aktif. Kondisi ini lebih dikenal dengan tuberkulosis laten. Selain tidak menimbulkan gejala, ternyata penderita tuberculosis laten juga tidak akan menular dan menurut data diperkirakan sepertiga dari penduduk yang ada di dunia menderita penyakit TB laten.

Berbeda dengan penyakit TB yang berkembang, merusak jaringan organ paru dan juga menimbulkan gejala-gejala yang berlangsung selama beberapa minggu setelah positif terinfeksi, penyakit ini dikenal dengan istilah tuberculosis aktif. Penyakit TB jenis ini harus segera di obati dengan tepat, karena dapat menular pada orang yang sehat.

Penyebab Penyakit TBC (Tuberculosis)

Penyebab Penyakit TBC disebabkan oleh bacteri yang bernama Mycrobaterium tuberculosis. Proses penyebarannya dilakukan melalui basil yang menyebar melalui udara dari percikan air liur ketika penderita tuberculosis aktif batuk atau bersin.

Meski demikian, proses penularan dari penyakit TBC  ini tidak semudah seperti penularan flu dan pilek karena biasanya proses penularannya membutuhkan waktu. Semakin sering orang yang sehat terpapar dan berinteraksi dengan penderita TB, maka resiko penularan dari penyakit ini akan semakin tinggi. Misalnya saja anak yang tinggal serumah dengan penderita TB akan memiliki resiko lebih tinggi untuk ikut terinfeksi.

Selain itu, resiko dari penularan penyakit TBC ini juga sangat berpotensi mengalami peningkatan pada beberapa kelompok orang tertentu, seperti :

  • Orang yang memiliki tempat tinggal di suatu pemukiman padat penduduk yang memiliki lingkungan kumuh.
  • Para petugas kesehatan yang sering berinteraksi dengan pasien penderita TB.
  • Manula dan juga anak-anak.
  • Orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah seperti orang yang mengidap penyakit HIV, kanker, diabetes dan orang yang kekurangan gizi.
  • Sering menggunakan jenis obat-obatan terlarang
  • Pecandu minuman keras
  • Perokok aktif, karena sekitar 20% kasus TB di alami oleh perokok aktif.

Tidak hanya menyerang organ paru saja, basil TB juga dapat menyerang tulang, otak, kelenjar getah bening, sistem saluran kemih, sistem saraf dan juga sistem perncernaan.

Diagnosis Penyakit TBC

Ketika memasuki tahap awal, maka dokter akan menanyakan terlebih dahulu gejala-gejala yang dirasakan pada seseorang yang menderita TB, kemudian dokter akan memeriksa kondisi fisik untuk mengetahui apakah ada pembengkakan pada kelenjar getah bening atau tidak, kondisi kesehatan paru-paru pun akan diperiksa dengan menggunakan stetoskop untuk mendengatkan suara napas anda.

Jika memang anda terdeteksi mengidap penyakit TBC, maka dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan lebih mendetail untuk memastikan hasil diagnosis. Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan yaitu :

  • Melakukan Tes Menggunakan X-RAY

Jika anda positif mengidap penyakit TB, maka hasil tes X-RAY akan menujukan adanya perubahan pada organ paru-paru yang khas. Pemeriksaan ini akan dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan lainnya.

  • Melakukan Tes Menggunakan CT Scan

Jika memang dibutuhkan dan ada kecurigaan terjadi proses penyebaran pada jaringan dan organ tubuh lainnya, maka pemeriksaan dengan prosedur CT Scan akan dilakukan.

  • Melakukan Tes Mantoux atau Tuberculosis Skin Test

Melakukan Tes menggunakan prosedur Mantoux test dapat dilakukan guna mendeteksi keberadaan YB Laten. Dalam melakukan tes ini, maka dokter akan menyuntikkan jenis substansi tuberkulin PPD pada lapisan kulit dan juga memantau reaksi pada kulit selama 2 sampai 3 hari.

Ukuran dari pembengkakan yang terjadi pada area kulit yang disuntik yaitu menandakan kemungkinan anda mengidap penyakit TB. Jika seseorang telah terindikasi mengidap penyakit TB aktif, maka reaksi yang terjadi pada kulit tersebut lebih signifikasn.

Sedangkan bagi mereka yang telah mendapatkan vaksin TB, maka reaksi yang terjadi hanya reaksi ringan saja. Namun hal ini bukan berarti anda mengidap penyakit TB laten.

  • Memeriksa Sampel Dahak

Pemeriksaan dari sampel dahak ini dilakukan untuk memastikan keberadaan dari basil Mycrobacterium tuberculosis. Pemeriksaan dahak juga bertujuan untuk melakukan pengujian pada basil TB yang sensitif terhadap pemberian antibiotik tertentu.

  • Tes Darah IGRA (Interferon gamma release assay)

Langkah pemeriksaan Tes Darah IGRA ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan tuberkulosis aktif dan juga laten, tes ini akan menandakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh anda terhadap basil TB.

Pengobatan Penyakit TBC

Meskipun tergolong penyakit yang serius, namun penyakit TB masih dapat disembuhkan asalkan dilakukan pengobatan yang tepat. Biasanya pengobatan yang dilakukan pada penderita TB ini akan diberikan obat antibiotik yang harus diminum sampai habis selama jangka waktu tertentu sesuai anjuran dokter.

Beberapa jenis obat antibiotik yang biasa diberikan kepada penderita TB yaitu rifampicin, isoniazid, ethambutol dan juga pyrazinamide. Sama hal nya dengan jenis obat-obatan lainnya, antibiotik yang diberikan kepada penderita TB juga memiliki efek samping tertentu. Seperti penggunaan antibiotik dan rifampicin dapat menimbulkan efek samping penurunan tingkat keefektifan dari alat kontrasepsi yang di dalamnya mengandung hormon. Sedangkan jenis antibiotik ethambutol dapat mempengaruhi daya penglihatan dari penderitanya dan isoniazid dapat mempengaruhi sistem saraf.

Selain itu, beberapa jenis obat antibiotik tersebut juga dapat menimbulkan efek samping lain seperti sering mual, muntah, tidak nafsu makan, mengalami sakit kuning, urine berwarna gelap, demam, ruam pada kulit dan juga timbul gatal-gatal kulit.

Lama penyembuhan pada penderita TB bisa berbeda-beda tergantung dari seberapa parah kondisi penyakit TB yang dideritanya.tetapi umumnya penderita TB akan mulai mengalami perubahan dan TB tidak lagi menular setelah 2 minggu mengkonsumsi obat antibiotik, tetapi untuk mendapatkan kesembuhan total biasanya pengidap TB harus mengkonsumsi obat TB yang diberikan oleh dokter selama 6 bulan tanpa terlewatkan serta tetap rutin melakukan kontrol setiap bulannya.

Jika penderita menghentikan konsumsi antibiotik yang diberikan sebelum waktunya, maka bakteri TB tersebut tidak akan hilang sepenuhnya meskipun pasien pengidap TB sudah merasa sembuh. Infeksi TB yang diderita pun akan berpotensi lebih tahan terhadap reaksi antibiotik, jika hal ini terjadi penyakit TBC yang diderita akan semakin berbahaya dan sangat sulit di obati.

Itulah penjelasan mengenai penyakit Tuberkulosis yang dapat kami sampaikan kepada para pembaca semua, semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan untuk anda semua.

Loading...
kata untuk mencari artikel ini:
  • diagnosa tbc
  • Akibat penyakit sifilis tbc dan cara pengobatan
  • apa yang bisa di kaji dalam penyakit tbc
  • apakah batuk pilek berpoyensi tbc?
Penyakit TBC – Gejala Penyebab Diagnosa dan Pengobatan | Doktersehat | 4.5
/* */